TEMANGGUNG — Jika mayoritas sekolah memilih sudut ruangan yang tenang untuk mendirikan "Pojok Kependudukan", SMAN 1 Temanggung justru mengambil langkah berani dan berbeda. Tak main-main, sekolah ini menempatkan pusat edukasi kependudukannya persis di titik tengah area sekolah. Menjelma menjadi Zona Kependudukan, tempat ini bukan sekadar pajangan statistik, melainkan jantung edukasi dan aksi nyata Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Langkah menempatkan fasilitas ini di tengah area sekolah ternyata membawa dampak besar. Akses yang strategis membuat zona ini selalu ramai dikunjungi para siswa, baik saat jam istirahat maupun usai bel pulang sekolah berbunyi.
Lebih dari Sekadar Sudut Baca
Mengusung konsep open-space yang segar, Zona Kependudukan SMAN 1 Temanggung dilengkapi dengan gazebo yang nyaman, koneksi Wi-Fi kencang, serta ruang terbuka hijau yang bikin betah. Suasana santai namun kondusif ini sengaja diciptakan agar isu-isu kependudukan yang terkesan berat—seperti bonus demografi, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan stunting—bisa didiskusikan secara kasual dan menyenangkan.
"Kalau ditaruh di pojokan, sering kali cuma jadi formalitas. Tapi karena ada di tengah, Zona Kependudukan ini jadi tempat nongkrong favorit sekaligus pusat literasi kami," ujar salah satu siswa yang sedang asyik berdiskusi di gazebo.

Tiga Pilar Utama Zona Kependudukan SMAN 1 Temanggung
Tidak hanya mengandalkan tempat yang estetik, Zona Kependudukan ini hidup dengan tiga pilar kegiatan utama. Yang pertama adalah pusat info edukasi siaga kependudukan dengan menyediakan media edukasi visual dan digital yang interaktif. Siswa bisa memahami isu kependudukan global maupun lokal dengan gaya bahasa yang relatable bagi Gen Z. Yang kedua laboratorium data & mini riset yang berfungsi sebagai "Lab Kependudukan" bagi siswa SMAN 1 Temanggung.

Di sini, para siswa secara berkala melakukan mini riset terkait isu sosial dan kependudukan di sekitar mereka, lalu mengolah datanya menjadi sajian infografis yang mudah dipahami. Dan yang ke tiga ruang diskusi ilmiah terjadwal di mana zona kependudukan bukan sekadar tempat bersantai saja tetapi juga menjadi arena brainstorming. Secara terjadwal, diadakan forum diskusi ilmiah yang membahas topik-topik hangat kependudukan bersama para guru pendamping maupun pakar tamu.

Melalui inovasi Zona Kependudukan ini, SMAN 1 Temanggung berhasil membuktikan bahwa literasi kependudukan tak harus kaku dan membosankan. Dengan memadukan fasilitas modern, data berbasis riset siswa, serta ruang diskusi yang inklusif, Sekolah Siaga Kependudukan di SMAN 1 Temanggung melangkah satu tingkat lebih maju.
Dari titik tengah sekolah inilah, gagasan-gagasan besar generasi muda Temanggung lahir untuk menyongsong Indonesia Emas. red_prio

Jadilah yang pertama berkomentar di sini